Misal kita akan membuat sebuah web e-learning untuk orang yang mempunyai gangguan fisik seperti tuli atau buta. Kita akan membuat e-learning tentang komputer, sejarah dan perkembangannya dari awal sampai sekarang. Kita akan membuat 2 pilihan web, yang pertama untuk orang tuli dan kedua, untuk orang buta. Secara umum halaman web tersebut berisi halaman awal (home) yang berupa informasi terbaru mengenai materi e-learning, halaman e-learning, halaman tentang web dan admin. Untuk web pilihan pertama (khusus untuk orang yang tidak bisa mendengar), dibuat web yang tidak menggunakan animasi suara. Lebih jelasnya, tiap halaman web dan materi e-learning dibuat dan ditampilkan dengan kata-kata yang dapat membuat pembaca seolah-olah dapat mendengar dari kata-kata tersebut. Sebagai contoh, jika e-learning mengenai perangkat komputer, ditampilkan bagian-bagian CPU yang ditunjuk dengan kotak dialog berisi deskripsi singkat dari bagian tersebut (mirip dengan aplikasi berupa flash). Untuk web pilihan kedua (khusus untuk orang yang tidak bisa melihat), dibuatkan web yang menggunakan suara, maksudnya adalah sesuatu yang tampil di layar dapat disuarakan kepada pengguna (seperti menggunakan program narator). Jadi, keseluruhan web untuk pilihan kedua ini, harus dapat dikomunikasikan dengan suara. Sebagai contoh, misalkan untuk materi e-learning tentang sejarah komputer. Penyampaian e-learning tersebut dengan menggunakan audio yang telah disiapkan, sehingga pengguna cukup mendengarkannya seperti cerita yang dibacakan.
Rabu, 20 Mei 2009
WYSIWYG dan Web untuk Orang yang Punya Keterbatasan Fisik
Langganan:
Postingan (Atom)
