Rabu, 20 Mei 2009

WYSIWYG dan Web untuk Orang yang Punya Keterbatasan Fisik

Menurut sumber dari Wikipedia, WYSIWYG (What You See Is What You Get) adalah sebuah istilah yang digunakan dalam bidang komputer yaitu suatu sistem yang di dalamnya menampilkan suatu hasil selama pengeditan yang sama atau mirip dengan hasil akhir baik dalam dokumen yang dicetak, halaman web ataupun persentasi slide. Dengan kata lain, WYSIWYG merupakan sistem yang membuat kita dapat melihat hasil pengeditan kita secara langsung terhadap suatu dokumen. Sebagai contoh adalah mengetik menggunakan Wordpad, Microsoft Office Word, Open Office Word dan program sejenisnya. Jika kita mengetikkan suatu kata, kita dapat langsung melihat hasilnya, kemudian jika kita cetak, maka hasil cetak akan sama dengan ketikkan kita tadi. Konsep WYSIWYG sangatlah penting dalam kemudahan dan kehandalan suatu program komputer.
Misal kita akan membuat sebuah web e-learning untuk orang yang mempunyai gangguan fisik seperti tuli atau buta. Kita akan membuat e-learning tentang komputer, sejarah dan perkembangannya dari awal sampai sekarang. Kita akan membuat 2 pilihan web, yang pertama untuk orang tuli dan kedua, untuk orang buta. Secara umum halaman web tersebut berisi halaman awal (home) yang berupa informasi terbaru mengenai materi e-learning, halaman e-learning, halaman tentang web dan admin. Untuk web pilihan pertama (khusus untuk orang yang tidak bisa mendengar), dibuat web yang tidak menggunakan animasi suara. Lebih jelasnya, tiap halaman web dan materi e-learning dibuat dan ditampilkan dengan kata-kata yang dapat membuat pembaca seolah-olah dapat mendengar dari kata-kata tersebut. Sebagai contoh, jika e-learning mengenai perangkat komputer, ditampilkan bagian-bagian CPU yang ditunjuk dengan kotak dialog berisi deskripsi singkat dari bagian tersebut (mirip dengan aplikasi berupa flash). Untuk web pilihan kedua (khusus untuk orang yang tidak bisa melihat), dibuatkan web yang menggunakan suara, maksudnya adalah sesuatu yang tampil di layar dapat disuarakan kepada pengguna (seperti menggunakan program narator). Jadi, keseluruhan web untuk pilihan kedua ini, harus dapat dikomunikasikan dengan suara. Sebagai contoh, misalkan untuk materi e-learning tentang sejarah komputer. Penyampaian e-learning tersebut dengan menggunakan audio yang telah disiapkan, sehingga pengguna cukup mendengarkannya seperti cerita yang dibacakan.