Kamis, 12 Maret 2009

Cracker VS Hacker

Sebuah film berjudul “Take Down”yang diangkat dari novel dan kisah nyata seorang cracker, Kevin Mitnick yang telah mencuri file rahasia milik seorang ahli keamanan jaringan dari pemerintahan, Tsutomu Shimomura. File tersebut adalah Contempt, yaitu sebuah software yang dapat menembus berbagai sistem keamanan jaringan. Kevin Mitnick menggunakan Switched Access System (SAS), program yang dapat menyadap semua sambungan telepon, untuk memperlancar aksinya sehingga ia sangat sulit untuk ditangkap oleh pihak kepolisian. Namun, seperti pepatah “Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti pernah jatuh pula”, hal tersebut berlaku juga untuk Kevin. Ia tertangkap basah oleh Shimomura setelah dilacak melalui percakapan telepon. Akhirnya sang cracker pun ditangkap dan dijebloskan di penjara. Meskipun demikian, Contempt telah berhasil disebarkan ke internet.

Menilik lebih dalam mengenai film ini, kita dapat mengambil beberapa nilai. Kisah nyata tersebut mengingatkan kita kepada etika profesi, yakni dalam melakukan suatu pekerjaan, kita harus mengikuti aturan yang berlaku yang tentunya melindungi hak pribadi orang lain. Seperti dalam film tersebut telah jelas bahwa mencuri file orang lain melalui jaringan komputer/internet merupakan tindakan yang melanggar hukum. Kemudian, film ini menjelaskan secara implisit mengenai hacker dan cracker. Bisa kita ambil kesimpulan bahwa Kevin adalah cracker sedangkan Shimomura merupakan seorang hacker.

Sebagai mahasiswa, saya dapat melihat bahwa ilmu yang dimiliki seseorang dapat berakibat baik maupun buruk tergantung dari niat orang tersebut. Oleh karena itu, diharapkan ilmu yang dikuasai seseorang dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif.

Tidak ada komentar: